Selasa, 28 Desember 2010

sukhoi Su-27

                                                                                     


Sukhoi Su-27 (kode NATOFlanker) adalah pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi. Pesawat ini direncanakan untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 TomcatF-15 EagleF-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet). Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Pesawat ini sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 berbentuk mirip. Ini adalah keliru, karena Su-27 dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 dirancang untuk mengisi peran pesawat tempur pendukung jarak dekat. 



Sejarah

Pada tahun 1969Uni Soviet mendapatkan informasi bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat telah memilih McDonnell Douglasuntuk memproduksi rancangan pesawat tempur eksperimental (yang akan berevolusi menjadi F-15). Untuk menghadapi ancaman masa depan ini, Uni Soviet memulai program PFI (Perspektivnyi Frontovoy Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir") yang direncanakan menghasilkan pesawat yang bisa menyaingi hasil rancangan Amerika Serikat.
Namun, spesifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat-syarat program ini pada satu pesawat saja ternyata terlalu rumit dan mahal. Maka program ini dibagi menjadi dua, yaitu TPFI (Tyazholyi Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir berat") and the LPFI (Legkiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir ringan"). Langkah ini juga mirip apa yang dilakukan Amerika Serikat, dimana Amerika Serikat memulai program "Lightweight Fighter" yang nantinya akan menghasilkan F-16Sukhoi OKB diberikan program TPFI.
Rancangan Sukhoi pertama kali muncul sebagai pesawat sayap delta T-10, yang pertama terbang pada tanggal 20 Mei 1977. T-10 terlihat oleh pengamat Barat, dan diberikan kode NATO Flanker-A. Perkembangan T-10 menemui banyak masalah, yang berakibat pada kehancuran ketika salah satu pesawat ini jatuh pada tanggal 7 Mei 1978. Kejadian ini kemudian ditindaklanjuti dengan banyak modifikasi perancangan, yang menghasilkan T-10S, yang terbang pertama kali pada 20 April 1981. Pesawat ini juga menemui kesulitan, dan jatuh pada tanggal 23 Desember 1981.
Versi produksi pesawat ini (Su-27 atau Su-27S, dengan kode NATO Flanker-B) mulai dipakai Angkatan Udara Soviet pada tahun1984, tetapi baru dipakai menyeluruh tahun 1986, karena sempat terhambat oleh masalah produksi. Pesawat ini dipakai olehPertahanan Anti Udara Soviet (Voyska PVO) dan Angkatan Udara Soviet (VVS). Pemakaiannya di V-PVO adalah sebagai interseptor, menggantikan Sukhoi Su-15 and Tupolev Tu-28. Dan pemakaiannya di VVS lebih difokuskan kepada interdiksi udara, dengan tugas menyerang pesawat bahan bakar dan AWACS, yang dianggap sebagai aset penting angkatan udara NATO. 

Desain 



Desain aerodinamisasi dasar dari Su-27 mirip dengan MiG-29 hanya lebih besar. Pesawat ini sangat besar sehingga untuk meringankan beratnya material titanium banyak digunakan (sekitar 30%). tidak ada material komposit yang digunakan. Sayap yang sayung kebelakang menyatu dengan badan pesawat pada perpanjangan leading edge dan pada dasarnya sayap berbentuk delta, hanya bagian ujung luar saja yang dipotong untuk tempat rel rudal diujung sayap. Su-27 bukanlah sebuah pesawat delta murni karena masih mempertahankan bentuk ekor konvensional, dengan menggunakan 2 sirip ekor vertikal di sisi luar kedua mesinnya, dan dibantu dengan 2 ekor tengah melipat kebawah untuk membantu stabilitas lateral.
Mesin turbofan Lyulka AL-31F disediakan tempat yang sangat lebar, tempat yang lebar ini disediakan untuk alasan keamanan dan untuk menjamin aliran udara yang tidak terputus pada bukaan udara masuk. Ruangan yang tercipta diantara dua buah mesin juga menyediakan daya angkat tambahan sehingga mengurangi beban sayap. Saluran penuntun yang bisa digerakan pada bukaan udara masuk memungkinkan pesawat mencapai kecepatan Mach 2+ , dan membantu menjaga aliran udara mesin pada saat sudut alpha tinggi.Sebuah layar penyaring ditempatkan pada bukaan udara masuk untuk melindungi mesin dari kotoran saat lepas landas.
Su-27 adalah pesawat operasional pertama Uni Soviet yang menggunakan sistem kontrol penerbangan fly by wire , dikembangkan berdasarkan pengalaman Sukhoi OKB pada proyek Pengebom Sukhoi T-4. Sistem ini dikombinasi dengan beban saya yang relatif rendah dan kontrol penerbangan dasar yang kuat , maka menghasilkan pesawat yang luar biasa lincah, tetap mudah dikontrol walaupun pada kecepatan sanagat rendah dan susut serang tinggi. Pada pameran dirgantara , pesawat ini mampu mendemonstrasikan kemampuan manuvernya dengan aksi "patukan kobra" (kobra Pugachev) atau pengereman dinamis - mempertahankan level penerbangan pada sudut serang 120°. Pengarah semburan jet juga sudah di uji coba dan sudah diterapkan pada model-model akhir yaitu Su-30MKI dan Su-37, memungkinkan pesawat untuk berbalik tajam dengan radius putar hampir nol, menggunakan teknik somersault vertikal ke gerakan pelurusan kembali dan mengambang terbatas dengan hidung pesawat menghadap keatas.
Versi laut dari Flanker (lebih dikenal dengan nama Su-33), menggunakan kanard untuk daya angkat tambahan, mengurangi jarak lepas landas (sangat penting untuk kapal yang beroperasi dari kapal induk tanpa sistem ketapel , Admiral Kuznetsov ). Kanard ini juga digunakan pada beberapa Su-30, Su-35, dan Su-37. 

Sebagai tambahan pada kelincahannya , Su-27 menggunakan volume internalnya yang besar untuk menyimpan bahan bakar dalam jumlah besar pula. Pada konfigurasi berlebih untuk jarak tempuh maksimum, pesawat ini mampu membawa 9.400 kg bahan bakar internal, bagaimanapun juga dengan beban seperti itu kemampuan manuvernya menjadi terbatas, dan beban normal adalah 5.270 kg.
Su-27 dipersenjatai dengan sebuah kanon Gryazev-Shipunov GSh-30-1 kaliber 30 mm di pangkal sayapnya, dan mempunyai 10 cantelan senjata untuk tempat rudal dan senjata lainya. Standar persenjataan rudal untuk pertempuran udara ke udara adalah campuran dari rudal Vympel R-73(AA-11 Archer) dan rudal Vympel R-27 (AA-10 'Alamo') , Senjata terakhir mempunyai versi jarak tempuh yang diperjauh dan model kendali infra merah. Varian Flanker yang lebih canggih seperti Su-30, Su-35, dan Su-37 juga bisa membawa rudal Vympel R-77 (AA-12 Adder).
Su-27 mempunyai sebuah display kepala tegak berkontras tinggi yang bisa disetel dan incaran yang dipasang di helm , dimana , bila dipasangkan dengan rudal R-73 dan kelincahan pesawat yang sangat tinggi membuat pesawat ini menjadi salah satu pesawat terbaik untuk pertempuran udara jarak dekat.
Radar Su-27 terbukti menjadi masalah besar dalam pengembangan Su-27. Permintaan awal dari Uni soviet adalah sangat ambisius , mengharapkan kemapuan untuk menyergap multi target dan jarak pantau 200km terhadap pesawat seukuran pengebom (RCS 16 meter persegi untuk sebuah Tu-16). Hal ini akan melampaui kemampuan deteksi radar APG-63 dari F-15 (sekitar 180km untuk target ber-RCS 100 meter persegi) dan kemampuan radar Su-27 ini kira-kira setara dengan Zaslon phased array radar seberat 1 ton yang digunakan di pesawatMiG-31

Sejarah tempur 


Walaupun Su-27 dianggap memiliki kelincahan yang mengagumkan, pesawat ini belum banyak dipakai pada petempuran yang sebenarnya. Pemakaian pesawat ini yang patut disebut adalah pada Perang Ethiopia-Eritrea, dimana pesawat-pesawat Sukhoi Su-27A Ethiopia dipakai untuk melindungi pesawat pengebom Mig-21 dan Mig-23. Pada perang itu, pesawat-pesawat Su-27 tersebut berhasil menghancurkan empat Mig-29 Eritrea.
Salah satu pilot yang berhasil menembak jatuh lawan adalah Aster Tolossa, yang menjadi wanita Afrika pertama yang memenangi sebuah pertempuran udara. 








panser 6x6 "anoa"

                                                                                                                   
                                                                                                   


Panser 6X6 Pindad merupakan kendaraan tempur pengangkut personel dengan sistem penggerak roda simetris yang dirancang khusus untuk TNI AD, khususnya kavaleri. Panser dapat mengangkut 10 personel dengan tiga kru, satu komandan, dan satu "gunner". Panser juga dilengkapi dengan "mounting" senjata 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat.

Panser "Anoa" tersebut merupakan salah satu produk primadona PT Pindad yang dipamerkan dalam arena Defences Services Asia Exhibition and Conference 2010 dan PT SME Ordnance di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain panser, PT Pindad juga menampilkan berbagai varian persenjataan personel baik senapan laras panjang maupun pendek 



Panser buatan Pindad yakni Armoured Personnel Carrier (APC) atau kendaraan lapis baja personil carrierdengan 6 roda simetris drove dirancang khusus untuk militer, terutama keperluan kavaleri.
Dirancang dan diproduksi oleh para insinyur dan desainer untuk militer. Ukuran dan operasi telah disesuaikan kebutuhan Militer Indonesia, dan memerangi doktrin taktis strategi 
ada beberapa jenis panser sesuai kegunaannya antara lain jenis komando, ambulans, recovery, cargo, logistik dan mortar. Selain itu TNI juga memesan empat panser 4×4 jenis intai. Bertambahnya kendaraan lapis baja yang dimiliki TNI bisa dipastikan akan menambah kekuatan bangsa ini.

Sabtu, 25 Desember 2010

batalyon kavaleri



Batalyon Kavaleri (Yonkav) adalah batalyon pasukan kavaleri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berbeda dengan Batalyon Infanteri, Batalyon Kavaleri tidak selalu terdiri dari 600-1000 personel. Ukuran Batalyon bagi Korps yang menggunakan Baret Hitam ini biasanya menggunakan jumlah kendaraan yang dimiliki, misal terdiri dari sekian tank atau sekian panser. Misalnya, pada Batalyon Kavaleri di lingkungan Kostrad, satu peleton kavaleri terdiri atas 3 tank Scorpion dan 1 tank Stormer APC. Lebih jauh, tiga peleton membentuk tiga kompi, dan akhirnya tiga kompi membentuk satu batalyon.
Pembinaan Kesatuan Kavaleri berada dalam lingkup tugas Pussenkav (Pusat Kesenjataan Kaveleri) TNI AD yang bertugasm enyelenggarakan pembinaan Fungsi Kesenjataan Kavaleri, Pendidikan dan Latihan, Penelitian dan Pengembangan serta Pengembang biakan Kuda Militer di lingkungan Angkatan Darat dalam rangka pembinaan kemampuan dan kekuatan kesenjataan Kavaleri serta pembinaan satuan Kavaleri.

Persenjataan

Unsur persenjataan utama Yonkav ada dua macam, yaitu tank dan panser. Ada Yonkav yang persenjataannya khusus panser (Yonkav Panser) atau khusus tank saja (Yonkav Tank), atau gabungan antara keduanya (Yonkav Serbu). Contoh Yonkav yang persenjataannya hanya tank: Yonkav 1/Tank Kostrad. Sedang khusus panser, contohnya Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya. Contoh yang gabungan: Yonkav 9/Serbu (Kodam Jaya), Yonkav 4/Serbu (Kodam III/Siliwangi). Meski demikian, Yonkav yang berunsur gabungan panser dan tank adalah bentuk yang paling umum.Selain itu masih terdapat juga satuan kavaleri lain dalam bentuk kompi kavaleri berdiri sendiri atau detasemen kavaleri di lingkungan TNI-AD.


Kompi kavaleri

Kompi kavaleri panser yang ada di tiap Kodam adalah dalam rangka penyempurnaan organisasi kavaleri yang nantinya di masing Kodam terdapat satu batalyon kavaleri tank dan satu kompi panser.
Satuan Setingkat Kompi dalam satuan kavaleri TNI-AD meliputi:
  1. Kikavtai Divif 1/Kostrad
  2. Kikavtai Divif 2/Kostrad
  3. Kikavser Kodam I/Bukit Barisan di Pekanbaru
  4. Kikavser Kodam IV/Diponegoro di Yogyakarta
  5. Kikavser Kodam V/Brawijaya
  6. Kikavser Kodam VII/Wirabuana Manado
  7. Kikavser Kodam IX/Udayana Denpasar
  8. Kikav PUSLATPUR


Detasemen kavaleri

Satuan kavaleri setingkat detasemen dalam TNI-AD adalah:
  1. Detasemen Kavaleri 1 Kodam VI/Tanjungpura
  2. Detasemen Kavaleri 2 Kodam VI/Tanjungpura di Pontianak
  3. Detasemen Kavaleri 3 Kodam XVII/Cenderawasih di Timika
  4. Detasemen Kavaleri Berkuda Pussenkav TNI-AD
  5. Detasemen Kavaleri 5 Kodam XVI/Pattimura
  6. Detasemen kavaleri PASPAMPRES TNI


Organisasi batalyon

Batalyon Kavaleri biasanya terdiri dari 3 Kompi Pemukul, dan 1 Kompi Markas. Markas Kompi Batalyon Kavaleri biasanya tersebar di beberapa kota. Misal: Batalyon Kavaleri 2/Turangga Ceta yang bermarkas di Ambarawa memiliki kompi yang bermarkas di Yogyakarta.
Selain Kesatuan Batalyon Kavaleri yang berada dibawah struktur komando TNI-AD, terdapat juga Kesatuan Resimen Kavaleri yang berada di bawah Korps Marinir TNI-AL.


Batalyon kavaleri di Indonesia

Batalyon Kavaleri di Indonesia
No↓Nama↓Markas↓Keterangan↓Senjata↓
1Yonkav 1/Tank Badak Ceta CaktiCijantungDivif 1/KostradTank
2Yonkav 2/Tank Turangga CetaAmbarawa, SemarangKodam IV/DiponegoroTank
3Yonkav 3/Tank Andhaka CaktiSingosari, MalangKodam V/Brawijaya 
4Yonkav 4/Serbu Kijang CaktiBandungKodam III/SiliwangiTank dan Panser
5Yonkav 5/Serbu Dwi Pangga CetaMuara EnimSumatera SelatanKodam II/Sriwijaya 
6Yonkav 6/Serbu Naga KarimataMedanKodam I/Bukit Barisan 
7Yonkav 7/Panser Khusus Pragosa SatyaCijantungKodam JayaPanser
8Yonkav 8/Tank Narasinga WiratamaBeji, PasuruanDivif 2/Kostrad 
9Yonkav 9/Serbu CobraSerpongBekasiKodam JayaTank dan Panser
10Yonkav 10/Serbu MendagiriMakassarKodam VII/Wirabuana 
11Yonkav 11/Serbu Macan Setia CaktiJantho, Aceh BesarKodam Iskandar Muda 
12Yonkav 12/-Bulungan, KalimantanKodam VI/Tanjungpura

Rabu, 22 Desember 2010

Persenjataan Militer Indonesia Paling Minim di ASEAN

 Dibanding sejumlah negara di ASEAN, sistem persenjataan militer Indonesia (Alutsista) paling minim. Menurut Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Imam Sufaat, keterbatasan anggaran menjadi kendala untuk mendatangkan pesawat-pesawat tempur tersebut dan memperbaiki Alutsista.

Misalnya saja, kata Imam, dibanding Thailand dan Singapura, Indonesia masih kurang dalam jumlah pesawat tempur yang dimiliki. Sekarang, selain Sukhoi, yang kini berjumlah 10 unit, TNI AU hanya memiliki F-16 Fighting Falcon, dan F-5 Tiger. Pesawat tersebut saat ini terparkir di Skadron 3 dan skadron 14, Pangkalan Utama Iswajudi Madiun, Jawa Timur.

"Kita tidak bermaksud untuk berlomba-lomba dalam perkuatan pengadaan pesawat, namun lebih Penting adalah memprediksi ancaman keamanan," kata Imam usai penyerahan Sukhoi ke pemerintah Indonesia di Makassar, Senin (27/9).

Secara bertahap, Imam mengatakan, pengadaan pesawat akan terus dilakukan hingga mencapai 180 pesawat hingga tahun 2024. Jumlah tersebut sudah termasuk pesawat yang sudah dimiliki saat ini.

Kepala Staf Umum Angkatan Udara Marsekal Madya Edi Harjoko mengatakan, pesawat tempur Indonesia dengan negara tetangga punya kesamaan dan juga perbedaan, utamanya dari segi jumlah.

"Jelas dari segi jumlah kita masih kurang. Namun segi skill, kita sama dengan Malaysia, Singapura dan beberapa negara tetangga lainnya," ujar Edi.

Sementara Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, optimistis target pengadaan 180 unit pesawat tersebut akan bisa tercapai. Jumlah itu nntinya akan dibagi dalam 10 skadron yang masing-masing skadron akan menampung 16 sampai 18 pesawat.

Kondisi ekonomi yang disebutnya kian membaik bisa mendukung hal tersebut. Untuk pengadaan itu, jelas Purnomo, pihaknya berusaha menempuh tiga upaya yakni APBN, kredit ekspor, dan perdagangan dalam negeri.

"Untuk mewujudkan pertahanan yang tangguh butuh anggaran yang sangat mahal. Karena sebagian alutsista tidak bisa dibuat dalam negeri maka harus meminta bantuan negara lain untuk menjaga kedaulatan," imbuh Purnomo. o tnr/nor (sumber:http://beritabatavia.com/berita-3617-persenjataan-militer-indonesia-paling-minim-di-asean.html)

Selasa, 07 Desember 2010

Batalyon infanteri


Lambang Korps Infanteri TNI AD
Batalyon Infanteri atau Yonif merupakan satuan dasar tempur pasukan infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI) di bawah brigade atau resimen, Batalyon infantri dapat merupakan bagian taktis dari suatu brigade dan dapat juga berdiri sendiri dengan tugas taktis dan administrasi. Batalyon umumnya terdiri dari unsur:
  • sebuah markas Batalyon,
  • Kompi Markas (umumnya terdiri dari Ton angkutan, kesehatan, komunikasi atau perhubungan, perbekalan dan lainnya),
  • Kompi Senapan (biasanya tiga Kompi), dan
  • Kompi Bantuan (mengoperasikan senapan mesin berat, mortir, STTB, senjata anti tank dsb).
Seloka/Semboyan Batalyon Infantri di Indonesia adalah Yudha Wastu Pramuka, dimana Yudhawara : berarti pelaksanaan atau alat perang, sedangkan Pramuka : secara harfiah berarti paling depan atau secara wujud berarti termuka, jadi Yudhawastu Pramuka berarti pelaksana/alat perang yang terdepan atau alat perang yang utama.

Daftar isi



Personil

Jumlah personil batalyon infanteri kurang lebih 700 hingga 1000 orang, batalyon biasanya dipimpin seorang Mayor (senior) atau Letnan Kolonel. Dalam satu batalyon biasanya terdapat 3-6 kompi. Dalam penyusunan sebuah yonif, TNI-AD menggunakan Tabel Organisasi Peralatan - Rangka Organisasi Infanteri atau TOP-ROI.

Kategori Yonif

Berdasarkan induk pasukan

Terdapat dua macam Batalyon infanteri ke dalam dua kategori yakni :
  1. Batalyon Infanteri Tempur Organik Kostrad
    Batalyon infanteri tempur berada dibawah komando Kostrad misalnya Yonif 411/Pendawa,
  2. Batalyon Infanteri Teritorial Kodam
    Batalyon infanteri teritorial dibawah komando Kodam seperti Yonif 405/Surya Kusuma.

 Berdasarkan kualifikasi pasukan

  1. Batalyon Infanteri Raider, misal Yonif 323/Raider
  2. Batalyon Infanteri Lintas Udara atau Para, misal Yonif Linud 501/Bajra Yudha
  3. Batalyon Infanteri Lintas Medan, misal Yonif 413/Bremoro
  4. Batalyon Infanteri Biasa, misal Yonif 403/Wirasada Pratista

 Penomeran Batalyon

Batalyon Infanteri memiliki nama dan kode kesatuan yang berupa 3 digit angka. Angka pertama menunjukkan Kode Kodam tempat batalyon tersebut berada, sedangkan dua digit terakhir menunjukkan angka urutan batalyon tersebut. Misal : Batalyon Infanteri di wilayah Jawa Tengah dan DIY menggunakan kode awal 4, dimulai dari Batalyon Infanteri 401/Banteng Raiders (sekarang berubah menjadi Batalyon 400/Raiders), hingga Batalyon 413-Bremoro.Meskipun demikian dalam sebuah Kodam angka dua digit terakhir bukan merupakan sebuah urutan yang pasti, sebab mungkin ada Yonif yang telah dibekukan atau dilikuidasi, seperti angka Yonif 402, Yonif 404, dan Yonif 409. Ketiga Yonif tersebut diatas sudah tidak ada lagi dalam struktur organisasi Kodam IV/Diponegoro.

Tradisi Korps Infanteri [1]

  • Peringatan Hari Infanteri/Hari Juang Kartika. Tradisi ini ditujukan bagi korps Infanteri dilaksanakan setiap tanggal 19 Desember yang sebelumnya dilakukan rangkaian kegiatan mulai Karya Bhakti bersama masyarakat, lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya, hingga peringatan Hari Infanteri tanggal 19 Desember. Oleh karena itu diperlukan tahapan dalam perencanaan, persiapan, hingga pengakhiran guna menjamin rangkaian kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara tertib dan lancar serta membawa rasa kebanggaan khususnya sebagai prajurit Infanteri.
  • Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya. Untuk menumbuhkan jiwa korsa dan rasa bangga terhadap Korps Infanteri maka perlu adanya Tradisi Korps Infanteri Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya karena melalui kegiatan ini akan timbul rasa persatuan dan kesatuan dan rasa kebersamaan yang terjadi antara sesama prajurit yang dalam kondisi capek, lelah, haus, mereka harus berjuang bersama untuk mempertahankan keutuhan satuannya sampai kesasaran sehingga apabila hal ini tercapai maka akan membawa rasa bangga yang tinggi sebagai prajurit Infanteri.
  • Tradisi Korps Pengukuhan Prajurit Baru Infanteri. Tradisi ini ditujukan bagi personel/siswa/pelajar yang melaksanakan pendidikan pertama di Pusdikif maupun Rindam-Rindam sebagai prajurit Korps Infanteri dengan harapan ada rasa kebanggaan sebagai prajurit Infanteri.

Yonif dalam proses

TNI AD merencakana membentuk Yonif baru di beberapa wilayah, yakni:
  • Yonif 147, berlokasi di wilayah Belitung Timur, nantinya berada di bawah Korem 045.
  • Yonif 612, berlokasi di Sangatta untuk melengkapi Yonif 611 dan 613 agar memenuhi syarat sebagai sebuah brigade infanteri yang terdiri dari 3 yonif.
  • Yonif 622, berlokasi di Tanah Laut
  • Yonif 632/Panglima Batur, di Muara Teweh
  • Yonif 715, berlokasi di Luwuk, untuk melengkapi Brigade Infanteri yang nantinya akan berisi Yonif 711, Yonif 714 dan Yonif 715.
  • Yonif 734, berlokasi di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat
  • Yonif 735, berlokasi di Morotai, merupakan satuan organik dari Korem Korem 152/Babullah
  • Yonif 222/Mo’otahangi di Tolongio, Gorontalo
  • Yonif 223/Mo’e’a di Sumalata, Gorontalo